Kamis, 27 Maret 2014

Diceritakan Kembali oleh Layar Telepon Genggamku

aku melihatmu semalam
dengan senyum yang sama
masih merah seperti darah
tapi matamu tak sebening dulu
sedikit sembab dan mendung

kau dalam kesedihan sepertinya
kenapa?

kuharap itu bukan dia
kekasihmu  yang sekarang, kepedihan

seandainya melupakan itu mudah
aku tak mungkin seperti sekarang :
masih mencintai segala kekuranganmu dengan berlebih-lebihan...

Pagi ini
aku menikmati senyummu lagi, senyum yang takkan mungkin aku lupa rasanya
dari layar telepon genggamku
yang hampir habis dayanya.



Medan, Oktober 2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar