aku melihatmu semalam
dengan senyum yang sama
masih merah seperti darah
tapi matamu tak sebening dulu
sedikit sembab dan mendung
kau dalam kesedihan sepertinya
kenapa?
kuharap itu bukan dia
kekasihmu yang sekarang, kepedihan
seandainya melupakan itu mudah
aku tak mungkin seperti sekarang :
masih mencintai segala kekuranganmu dengan berlebih-lebihan...
Pagi ini
aku menikmati senyummu lagi, senyum yang takkan mungkin aku lupa rasanya
dari layar telepon genggamku
yang hampir habis dayanya.
Medan, Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar