Pasang
wajah minta suara
memelas
pun hampir saja
lakon
saudara ditebarkan
terhipnotis,
ya kami terhipnotis
Di
tengah perjalanan
kami
tersadar
benar-benar
sadar
sadar
bentuk dan kawananmu sebenarnya
Memang
kalian kepala
tapi
kepala yang tak ada otaknya
agen
kehancuran
produk
hedonisme semata
Muak
rakyat
kau lakonkan bak pewayangan
uang,
cuma itu visimu ke depan
sadis
rumah
kumuh ditimpa kaki istana megahmu
Pantaskah
kau dipanggil pemimpin?
Pemimpin
memang memimpin
pandu
rakyat ke lorong gelap
gelap
sampai
kaki kami tersandung
lelah
berdarah
Dimana
hati kalian?
Ibu
pertiwi tak pernah tertawa
tersenyum
pun tidak pernah
Ini
rakyat, rakyat yang menggugat!
Turunlah,
turun dari takhta mu hai pengecut!
Kami
membencimu, kami membencimu!
-Juli
2012-