Kamis, 14 Maret 2013

Hawa, Frustasinya Seniman yang Sama

Dia hawa
melintasi persimpangan
dengan manis indahnya dia menguyah
bercanda ria sesama belia

Dia suara
yang tak kutahu namanya
sangat indah untuk kusadap katanya

Kepada siapa pun yang mendengar
kepada siapa pun yang berakal
jangan biarkan warnanya meredup
dia itu indah adanya
sinarnya indah kalau dilepas
jangan genggam kuat sayapnya
dia kaki kuat penopang
dia kunci menyimpan harta tak kunjung berkarat

Pada siapa di ‘kan berdendang?
aku sampai jatuh kala mata itu berkepak
aku bahkan malu kala mata kami bertemu

Gadis bermata pelita
kau singkapkan tumbuhnya amarah

Jika ingin indahmu dilukis olehnya
biarkan jiwa indah melangkah
lewati sawah
yang tak dipanen jua
renangi laut bergemuruh untukmu indah
hingga kau temui dirimu muda
beruntai cinta dengan seniman yang sama
seniman tua dengan mata ikrar
seniman tua yang tak kunjung bersinar



-Juli 2012-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar