melintasi
persimpangan
dengan
manis indahnya dia menguyah
bercanda
ria sesama belia
Dia suara
yang
tak kutahu namanya
sangat
indah untuk kusadap katanya
Kepada
siapa pun yang mendengar
kepada
siapa pun yang berakal
jangan
biarkan warnanya meredup
dia
itu indah adanya
sinarnya
indah kalau dilepas
jangan
genggam kuat sayapnya
dia kaki
kuat penopang
dia
kunci menyimpan harta tak kunjung berkarat
Pada
siapa di ‘kan berdendang?
aku
sampai jatuh kala mata itu berkepak
aku
bahkan malu kala mata kami bertemu
Gadis
bermata pelita
kau singkapkan
tumbuhnya amarah
Jika
ingin indahmu dilukis olehnya
biarkan
jiwa indah melangkah
lewati
sawah
yang
tak dipanen jua
renangi
laut bergemuruh untukmu indah
hingga
kau temui dirimu muda
beruntai
cinta dengan seniman yang sama
seniman
tua dengan mata ikrar
seniman
tua yang tak kunjung bersinar
-Juli
2012-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar