Jumat, 15 Maret 2013

(Bukan) Ambalela



Pasang wajah minta suara
memelas pun hampir saja
lakon saudara ditebarkan
terhipnotis, ya kami terhipnotis

Di tengah perjalanan
kami tersadar
benar-benar sadar
sadar bentuk dan kawananmu sebenarnya

Memang kalian kepala
tapi kepala yang tak ada otaknya
agen kehancuran
produk hedonisme semata

Muak
rakyat kau lakonkan bak pewayangan
uang, cuma itu visimu ke depan
sadis
rumah kumuh ditimpa kaki istana megahmu
Pantaskah kau dipanggil pemimpin?

Pemimpin memang memimpin
pandu rakyat ke lorong gelap
gelap
sampai kaki kami tersandung
lelah
berdarah
Dimana hati kalian?

Ibu pertiwi tak pernah tertawa
tersenyum pun tidak pernah
Ini rakyat, rakyat yang menggugat!
Turunlah, turun dari takhta mu hai pengecut!
Kami membencimu, kami membencimu!



-Juli 2012-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar