sang
Gagak bermuram masam
angin
yang mungkin terlalu kencang
sayap
tuanya mulai melebur dengan waktu
mulai
berpatahan
tak
muda lagi dia
Ucapkan
sepenggal rindu kala kau muda dulu
terlelaplah
saudaraku
malam
takkan mungkin kau abadikan di tiap hirup nafasmu
aku
hanya mau waktu yang dulu
bukan
yang dihabiskan di penampungan
penampungan
untuk penjahat-penjahat
untuk
pembunuh
untuk
yang membenci waktu, penikam waktu
Kesiaan
yang kuhasilkan
kukumpulkan
di tepian liangku
yang
mulai kugali, sendiri
Maafkan
aku sayapku
lama
aku tak mencintaimu
memakaimu
hanya untuk menyiakan waktu
”Jangan bersedih, tiada yang patut dipersalahkan
Tuanku, hanya waktu yang tak pandai menempatkan diri,” ungkap sayap sembari
menidurkan diri, mati.
-Juli
2012-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar