Senin, 06 Januari 2014

Duka

Duka hanya lembaran tipis antara suka dan airmata
Duka adalah suka yang tertunda
Tapi aku ragukan itu, duka adalah bagian dari nyawa
Setiap titik hidup hanya anak kecil dari duka yang berkeluarga, beranak cucu dia
Jumlahkan saja suka yang kau hadirkan kala di dunia
Kalah jumlah dibanding duka yang masih kau pelihara
di sudut-sudut meja, di sudut-sudut celana
ibu dan ayahmu adalah pemeras duka, setiap hari mereka mengetuk di pintunya
memaksa, duka pun mengangkat tangannya
diberikan bagian hidupnya, lahir lah kau di dunia
Kau yang setiap hari menikmati dunia - rumah duka - di atas piring makanmu
di atas ranjangmu, di atas mimpimu, dan di atas cintamu
duka adalah ahhhhhhh
duka adalah Lara
detik-detik dia melepaskan tangannya
berlari indah menuju kereta dan melaju lah itu kereta
begitu kencangnya dia, melaju ke tempat terakhir Ayahku yang ala dandanan pesta
dimana tua dan muda adalah sama
dimana cinta dan duka tinggal serumah
di mana hati dan nyawaku berada
di mana?
Entahlah, tanyakan pada Lara yang di surga.


September 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar