Duka
hanya lembaran tipis antara suka dan airmata
Duka
adalah suka yang tertunda
Tapi
aku ragukan itu, duka adalah bagian dari nyawa
Setiap
titik hidup hanya anak kecil dari duka yang berkeluarga, beranak cucu dia
Jumlahkan
saja suka yang kau hadirkan kala di dunia
Kalah
jumlah dibanding duka yang masih kau pelihara
di
sudut-sudut meja, di sudut-sudut celana
ibu
dan ayahmu adalah pemeras duka, setiap hari mereka mengetuk di pintunya
memaksa,
duka pun mengangkat tangannya
diberikan
bagian hidupnya, lahir lah kau di dunia
Kau
yang setiap hari menikmati dunia - rumah duka - di atas piring makanmu
di
atas ranjangmu, di atas mimpimu, dan di atas cintamu
duka
adalah ahhhhhhh
duka
adalah Lara
detik-detik
dia melepaskan tangannya
berlari
indah menuju kereta dan melaju lah itu kereta
begitu
kencangnya dia, melaju ke tempat terakhir Ayahku yang ala dandanan pesta
dimana
tua dan muda adalah sama
dimana
cinta dan duka tinggal serumah
di mana
hati dan nyawaku berada
di
mana?
Entahlah,
tanyakan pada Lara yang di surga.
September
2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar