Senin, 06 Januari 2014

Ketika Puisi Sudah Tak Bisa Menghampiri

Ketika puisi sudah tak bisa menghampiri
Kala dinding hatimu meninggi, dan tak lagi mampu kudaki
Aku menangis
Kau tak menggubris

Getir yang kukecup dari bibirmu
Biar tangisku memaniskannya
Sekeras apapun kau diam
Tak lebih keras dari isakku kemarin yang menyentuh kesombongan awan: ada hujan untukmu hari ini

Mengapa tak kau singkapkan saja kelabu yang sangkut di pelipismu?
Agar senyummu bisa kulihat
Agar malam ini aku selamat dari kesepian

Kekasih
Jika puisi tak lagi bisa menghampiri
Saat itu mentari sudah tak hangat lagi.


Medan, November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar