Kala
dinding hatimu meninggi, dan tak lagi mampu kudaki
Aku
menangis
Kau
tak menggubris
Getir
yang kukecup dari bibirmu
Biar
tangisku memaniskannya
Sekeras
apapun kau diam
Tak
lebih keras dari isakku kemarin yang menyentuh kesombongan awan: ada hujan
untukmu hari ini
Mengapa
tak kau singkapkan saja kelabu yang sangkut di pelipismu?
Agar
senyummu bisa kulihat
Agar
malam ini aku selamat dari kesepian
Kekasih
Jika
puisi tak lagi bisa menghampiri
Saat
itu mentari sudah tak hangat lagi.
Medan,
November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar