Minggu, 05 Januari 2014

Prahara

Kau menangis
Badai nan romansa
Cita-cita seketika punah
Cinta adalah alasanmu mengubur yang indah-indah

Mengapa tak kau biarkan aku menangis menggantikanmu malam ini
Sebab airmatamu sudah habis
Padahal kekasihmu tak mau tahu
Dimana adilmu?

Angin yang badai
Cinta yang lihai
Manusia tak lebih dari jajahan-jajahan waktu
Sementara Cinta adalah surga yang menunggu didamaikan ciuman, dan ciuman

Tidurlah sekarang
Aku menitip doa untukmu, manusia dengan hati dilema
Kau, wanita yang kenalkan lagi padaku apa itu airmata

Aku jatuh hati hari ini
Makanya aku tuliskan puisi
Mencintaimu dari pagi ke sore hari
Malam ke pagi lagi
Satu hari satu puisi

Aku pernah bermimpi
Kau kugendong menuju tidurmu
Tak dinyana
Mataku tutup dipeluk kantuk
Berdua kita jatuh sama-sama
Sama-sama jatuh cinta

Tumbuhlah dalam doaku
Tertawalah pada neraka
Surga sudah kalah
Semalam jatuh ke dunia
Dalam wujud prahara!

Medan,  November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar