Badai
nan romansa
Cita-cita
seketika punah
Cinta
adalah alasanmu mengubur yang indah-indah
Mengapa
tak kau biarkan aku menangis menggantikanmu malam ini
Sebab
airmatamu sudah habis
Padahal
kekasihmu tak mau tahu
Dimana
adilmu?
Angin
yang badai
Cinta
yang lihai
Manusia
tak lebih dari jajahan-jajahan waktu
Sementara
Cinta adalah surga yang menunggu didamaikan ciuman, dan ciuman
Tidurlah
sekarang
Aku
menitip doa untukmu, manusia dengan hati dilema
Kau,
wanita yang kenalkan lagi padaku apa itu airmata
Aku
jatuh hati hari ini
Makanya
aku tuliskan puisi
Mencintaimu
dari pagi ke sore hari
Malam
ke pagi lagi
Satu
hari satu puisi
Aku
pernah bermimpi
Kau
kugendong menuju tidurmu
Tak
dinyana
Mataku
tutup dipeluk kantuk
Berdua
kita jatuh sama-sama
Sama-sama
jatuh cinta
Tumbuhlah
dalam doaku
Tertawalah
pada neraka
Surga
sudah kalah
Semalam
jatuh ke dunia
Dalam
wujud prahara!
Medan,
November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar