Kau
mencintai hujan
Katamu
dia bisa menyelamatkan dari kesepian
Kenanganmu
dibunuhnya dengan puisi
Diajaknya
kau ke pusat-pusat bahagia
Masa
depan yang dijanjikan tak kurang dari bahagia
Kau
mencintai hujan
Semua
tampak dari bahasamu dalam buku harian:
I
LOVE RAIN…
Kau
mencintai hujan:
Aku
mandi bersamanya hari ini
Dia
memelukku dari depan, dari belakang
Tak
ragu dibagi kesejukannya
Aku
hanya bisa bilang, iya, iya, dan ah…
“Aku
mencintainya”
Suatu
ketika di rumah ibadah
Lalu
doamu naik
Hujan
pun turun…
Hujan..hujan..hujan…
Kau
merindukan hujan, karena kau mencintainya.
Tik..tik..tik…
Kau
mengunci pintu:
Jangan
diganggu
Ini
waktunya hujan dan aku!
Dari
kesemuanya
Kau
sungguh mengasihi hujan
Semua
kelihatan nyata penantianku yang masih sangat panjang.
Aku
bukan hujan.
Medan,
November 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar